close
loading...

Raja Salman: Semoga Allah Memberikan Balasan Sebaik-baiknya Kepada Indonesia dan Penjaga Mesjid



Masjid Istiqlal mendapat kado istimewa dalam ulang tahun ke-39. Kemarin (2/3) pemimpin Arab Saudi Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud berkunjung ke masjid tersebut. Dengan didampingi Presiden Joko Widodo, raja berusia 81 tahun itu melakukan salat Tahiyatul Masjid dua rakaat. 

Dibangun mulai 1961, Istiqlal baru diresmikan pada 22 Februari 1978. Situasi politik dan ekonomi saat itu menjadi penyebabnya. Rombongan Jokowi dan Raja Salman tiba di Istiqlal pukul 14.15. 

"Saya sangat bahagia bisa berkunjung ke salah satu rumah dari rumah-rumah Allah yang menyebarkan ilmu keislaman yang agung dan menjadi pusat syiar Islam di Asia Tenggara. Semoga Allah memberikan balasan sebaik-baiknya kepada para penjaga masjid ini." Demikian pesan Raja Salman yang ditulis di secarik kertas dalam bahasa Arab.

Penandatanganan perjanjian kerja sama juga dilakukan pada hari kedua kunjungan rombongan raja Saudi kemarin. Ada empat perjanjian baru terkait dengan peningkatan kerja sama kedua negara yang kemarin diteken Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama organisasi serupa dari Saudi, The Council of Saudi Arabia Chambers of Commerce and Industry. Memorandum of understanding (MoU) itu ditandatangani Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Roeslani dan Vice Chairman The Council of Saudi Arabia Chambers of Commerce and Industry Showimy A Aldossari. 

Kesepakatan yang tertuang dalam empat MoU tersebut adalah peningkatan kerja sama di sektor properti, energi, kesehatan, serta haji dan umrah. "Total nilai MoU kurang lebih USD 2,4 miliar. Di antaranya adalah kerja sama antara PT Wijaya Karya dengan salah satu perusahaan di Arab Saudi untuk membangun 8 ribu rumah di Arab Saudi. Tahun ini akan mulai diproses. Mudah-mudahan tahun depan sudah mulai realisasi," jelas Rosan.

Mengenai detail kerja sama-kerja sama tersebut, dia masih enggan bercerita lebih jauh. "Yang jelas, untuk pembangunan perumahan itu, nilai investasinya mencapai USD 2 miliar, health care investasinya sekitar USD 100 juta, sisanya belum diketahui besarannya," tambahnya.

Ketua Komite Timur Tengah Kadin Indonesia Fachry Thaib menyatakan, MoU tersebut masih menjadi langkah awal. Artinya, belum ada realisasi yang ditempuh. "Dengan kedatangan Raja Salman, kami mengharapkan MoU tersebut dapat bergulir. Mudah-mudahan investasinya beneran datang. Soal implementasi itu, pasti masih lama," ujarnya.

Sementara itu, selain berkunjung ke Istiqlal, Raja Salman kemarin menjalani serangkaian kegiatan di kompleks istana kepresidenan. Di Istana Merdeka, raja melakukan pertemuan dengan 36 tokoh Islam[Sumber : jawapos.com]

0 Response to "Raja Salman: Semoga Allah Memberikan Balasan Sebaik-baiknya Kepada Indonesia dan Penjaga Mesjid"

Posting Komentar