close
loading...

Ayo Dijaga! Jangan Mudah Kita Di Adu Domba !



Guyuran hujan deras mewarnai kegiatan zikir, salawat, dan doa bersama di Masjid Istiqlal, Jakarta, kemarin (11/2). Masjid berkapasitas 200 ribu orang itu tampak dipenuhi jamaah yang berdatangan sejak Jumat malam (10/2). Ribuan jamaah lainnya yang tidak tertampung memenuhi halaman dan jalanan di sisi utara maupun timur masjid. Sebelumnya mereka melaksanakan salat Tahajud dan salat Subuh berjamaah Setelah itu, ada zikir dan doa bersama yang dipimpin Ustad Arifin Ilham. Menjelang siang, kegiatan di Masjid Istiqlal diisi ceramah keagamaan. Para ulama dan tokoh bangsa yang hadir memberikan wejangan kepada jamaah. Selain dari Jakarta, ulama dari ber­bagai daerah mendapatkan giliran mengisi tausiah. Mulai Ciamis, Jawa Barat; hingga Jawa Timur. 

Peserta aksi 112 tersebut kemudian membubarkan diri dengan tertib selepas melaksanakan salat Duhur berjamaah. ''Stop adu domba dan hentikan berkata kasar di media sosial (medsos). Semua ego harus disingkirkan demi menciptakan Indonesia yang damai,'' kata Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) Ustad Bachtiar Nasir setelah zikir bersama. 

Pesan Bachtiar Nasir itu diikuti teriakan takbir ratusan ribu jamaah. Mereka bersepakat tidak akan terpancing provokasi yang mengadu domba umat Islam dengan pemerintah. Massa pun siap menjadi garda terdepan menjaga kesatuan bangsa dari ancaman perpecahan. "Bila ingin menjadi bangsa yang kuat, kalau ada ancaman, balaslah dengan kebaikan," ujarnya.

Ketua Dewan Pembina GNPF-MUI Habib Rizieq Syihab juga meminta umat Islam tidak tercerai berai untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa. Nuansa sejuk setiap aksi yang dimotori GNPF-MUI dan forum umat Islam mesti dijaga. "Kami ingin sampaikan kepada semua pihak, aksi kami jangan dimaknai aksi makar, aksi antitoleransi, aksi anti kebinekaan. Kami bukan musuh bangsa," ujarnya. Rizieq minta tidak ada lagi kriminalisasi ulama seperti yang terjadi beberapa hari terakhir. "Stop kriminalisasi ulama," imbuhnya.

Sementara itu, penjagaan aparat keamanan tampak tidak terlalu mencolok. Sebagaimana aksi-aksi sebelumnya, akses menuju kompleks istana kepresidenan ditutup total. Baik Jalan Medan Merdeka Utara, Jalan Veteran, Jalan Veteran III, maupun Jalan Majapahit. Jalanan ditutup menggunakan barrierbeton yang dilapisi dengan kawat berduri. 

Aparat TNI juga berjaga-jaga-jaga di sekitar kompleks istana. Sisi timur dijaga anggota TNI yang mengenakan pakaian antihuru-hara. Di sisi barat sejumlah anggota Paskhas TNI-AU tampak berjaga. Paspampres yang menjaga ring I mengenakan pakaian loreng. Bus dan kendaraan milik jamaah diparkir di dalam Lapangan Banteng. Sebagian lagi yang tidak tertampung memilih parkir di sisi barat, timur, dan utara masjid. Alhasil, Jalan Juanda yang tidak masuk daftar blokade pun tutup dengan sendirinya karena dipenuhi kendaraan jamaah.

Meski berlangsung lancar, kegiatan tersebut sempat diwarnai insiden yang melibatkan peserta zikir. Mereka diduga melakukan perbuatan yang tidak simpatik terhadap sejumlah awak media yang meliput kegiatan tersebut. Bukan hanya itu, ada jurnalis yang sempat dipukuli. 

Ketua AJI Jakarta Ahmad Nurhasim mengungkapkan, berdasar keterangan yang dikumpulkan, ada dua jurnalis TV yang mengambil gambar di pintu Al Fatah di seberang Gereja Katedral. Setelah itu, keduanya digiring menjauh dari kawasan Masjid Istiqlal. AJI pun mendorong para jurnalis itu untuk melaporkan tindakan kekerasan tersebut ke kepolisian.[Sumber : jawapos.com]

1 Response to "Ayo Dijaga! Jangan Mudah Kita Di Adu Domba !"

  1. butuh dana cuma bermodal 15.000 mari gabung di poker terpercaya hanya di ion_QQ,pin BB 58ab14f5.

    BalasHapus