"Semua naik hanya harga diri yang turun"



Kebijakan pemerintah menaikkan tarif pengurusan surat kendaraan, dan harga BBM non subsidi di awal tahun 2017 dikritik Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional, Mulfachri Harahap.

"Semua harga naik hanya satu yang turun, harga diri bangsa. Yang turun harga diri kita sebagai bangsa itu sudah turun," kata Mulfachri di Jakarta hari ini.

Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Kepolisian Negara Republik Indonesia. Dalam aturan itu, tarif pembuatan STNK dan BPKB mengalami kenaikan hingga 300 persen. PT Pertamina per 5 Januari 2017 juga menaikan harga jual untuk seluruh jenis BBM non subisi seperti pertamax series, pertalite dan dexlite masing-masing sebesar Rp 300 dari harga sebelumnya.

Kata Mulfachri turunnya harga diri Indonesia disebabkan karena pemerintah tidak punya konsep dalam mengatasi berbagai persoalan yang terjadi.

Dia mengatakan, hanya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang memiliki konsep untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi, khususnya masalah ekonomi. "Walaupun ada kekurangan di sana sini," kata dia.

Pada masa SBY, sambungnya, masyarakat biasa mendengar penjelasan pemerintah, baik oleh presiden langsung maupun oleh menteri teknis terkait sehubungan dengan masalah yang dihadapi. "Nah, ‎yang sekarang ini, kami tidak melihat itu. Dalam bahasa yang gamblang, pemerintahan sekarang ini sepertinya kurang memahami masalah yang kita hadapi," kata Mulfachri.

Ia meminta pemerintah sekarang lebih realistis melihat problem yang sedang dihadapi. "Sekarang pertanyaannya seberapa banyak janji yang dia sampaikan pada saat kampanye itu sudah direalisasi, saya kira belum banyak," kata Mulfachri.[Sumber : rimanews.com]

0 Response to ""Semua naik hanya harga diri yang turun""

Poskan Komentar