close
loading...

Derita Leukimia, Pria Ini Tetap Lakukan Umrah Hingga Wafat di Madinah



Siapa yang tidak ingin menjalankan ibadah yang satu ini. Bahkan sekali laksanakan shalat di masjid Nabawi pahalanya hingga 1000 kali lipat dibanding dengan pahala shalat di masjid lain. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صَلاَةٌ فِى مَسْجِدِى هَذَا خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلاَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ

“Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih baik dari 1000 shalat di masjid lainnya selain Masjidil Harom.” (HR. Bukhari no. 1190 dan Muslim no. 1394, dari Abu Hurairah)

Dalam riwayat lain, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صَلاَةٌ فِى مَسْجِدِى أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلاَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ وَصَلاَةٌ فِى الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَفْضَلُ مِنْ مِائَةِ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ

“Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih utama daripada 1000 shalat di masjid lainnya selain Masjidil Harom. Shalat di Masjidil Harom lebih utama daripada 100.000 shalat di masjid lainnya.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah no. 1406, dari Jabir bin ‘Abdillah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 1173)

Mungkin hal ini juga yang mengetuk hati pria ini. Dikutip dari islampos, pria asal Malaysia ini meninggal dunia di Madinah setelah melakukan perjalanan umrah. Dia adalah Muhammad Ramadhan.

Pria ini ternyata sudah lama derita penyakit leukemia, dan sebelum umrah ia sudah diberitahu dokter bahwa kesempatan hidupnya tinggal beberapa hari lagi.

Tak ingin menyia-nyiakan hidupnya begitu saja, Ramadhan berkeinginan untuk mengunjungi dua kota suci di Mekah dan Madinah. Akhirnya ia diberi kesempatan untuk melakukan perjalanan umrah.

Ramadhan baru mengunjungi Madinah, ia tak sempat mengunjungi Mekah. Saat di Madinah, ia tiba-tiba dilarikan ke Rumah Sakit Al-Ansar hingga ia dinyatakan ia meninggal dunia di sana. Akhirnya ia dimakamkan di pemakaman Al-Baqi sebelah Masjid Nabawi .

Adik Muhammad Ramadhan, Maryam mengatakan kepada Malaysia The Star bahwa keluarganya sedih ketika mendengar berita anaknya wafat. Namun pada saat yang sama mereka juga senang karena Ramadhan meninggal dunia di kota yang diberkati Madinah.

“Pada saat yang sama kami senang karena dua alasan, satu bahwa Ramadhan telah mewujudkan keinginannya, kedua kami percaya bahwa orang yang beruntung itu jika ia meninggal dunia di tanah suci dan Ramadhan menjadi salah satu dari orang yang beruntung dan terpilih itu”.

Karena ibadah umrah yang belum selesai dilakukan ramadhan, akhirnya ayah ramadhan yang melanjutkan perjalanan ke Mekah untuk memenuhi umrah atas nama anaknya. Setelah itu baru ia akan mengunjungi Madinah untuk berziarah ke makam anaknya tersebut.

Subhanaallah, sungguh kisah kematian yang sangat mulia bisa dimakamkan di tempat suci di Madinah berkumpul dengan para pejuang islam di sana.[Sumber : wajibbaca.com]

0 Response to "Derita Leukimia, Pria Ini Tetap Lakukan Umrah Hingga Wafat di Madinah"

Posting Komentar