Bukannya Memberantas Narkoba, Oknum Polisi ini Malah Pesta Sabu



Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Padang menjatuhkan vonis 14 tahun penjara untuk oknum polisi non-aktif Andri Hadiman dan rekannya Taufik Nurhadianto. Sementara oknum dosen salah satu perguruan tinggi negeri (PTN) Eka Miroza divonis 3 tahun, dan rekannya Robert Janova divonis 2 tahun. Keempatnya terbukti atas tindak penyalahgunaan dan pemilikan atas sabu-sabu seberat 191,7 gram.

Vonis itu dibacakan majelis hakim yang diketuai Leba Max Nandoko, didampingi hakim anggota Yose Ana Rosalinda dan Sutedjo, Senin (9/1). Menilik ke persidangan sebelumnya dengan agenda penuntutan, vonis majelis hakim terhitung lebih tinggi dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dalam pertimbangannya, majelis hakim menilai keempat terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas narkotika. Selain itu, jumlah barang bukti (BB) sabu-sabu seberat 191,7 gram dinilai sangat banyak, sehingga hukuman berat pantas dijatuhkan kepada terdakwa, khususnya terdakwa Andri Hadiman dan Taufik Nurhadianto yang dalam kasus ini berstatus sebagai pemilik BB yang sebelumnya dituntut 13 tahun.

“Menghukum terdakwa Andri Hadiman dan Taufik Nurhadianto dengan penjara kurungan 14 tahun penjara dipotong masa penahanan, serta denda sebesar masing-masing Rp1 miliar dengan subsidair 6 bulan kurungan penjara,” kata Hakim Ketua membacakan amar putusan.


 Tuntutan

Sependapat dengan tuntutan Elly Roza selaku JPU dalam kasus ini, majelis hakim menilai terdakwa Andri Hadiman dan Taufik Nurhadianto terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35/2009 Tentang Narkotika yang berbunyi perbuatan menawarkan untuk dijual atau sebagainya atas narkotika bukan tanaman dengan berat melebihi 5 gram, juncto (jo) Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35/2009 yang berbunyi percobaan atau permufakatan jahat melakukan tindak pidana Narkotika dan Prekursor Narkotika.

Sedangkan untuk terdakwa Eka Miroza dan Robert Janova, majelis hakim sependapat dengan JPU bahwa keduanya melanggar Pasal 127 ayat (1) UU Nomor 35/2009 tentang penyalahgunaan narkotika. Atas putusan tersebut, Riniarti Abbas selaku Penasihat Hukum (PH) para terdakwa, mengaku pikir-pikir sebelum menerima putusan tersebut.

Kasus ini berawal saat petugas kepolisian menggerebek rumah terdakwa Eka Miroza pada Selasa 5 Juli 2016, sekitar pukul 00.30 WIB, di Komplek Perumahan Hijau Daun Blok A Nomor 42 RT 01 RW 08 Kelurahan Koto Luar, Kecamatan Pauh. Penangkapan dilakukan setelah polisi mendapatkan informasi rencana pesta sabu yang akan digelar di rumah tersebut.

“Kami mendapat informasi dari pengembangan kasus atas nama Caca. Kami lalu menelusuri dan melakukan penangkapan terhadap keempatnya di rumah terdakwa Eka Miroza," kata Budi Utama, saksi penangkapan, di persidangan sebelumnya.

Dijelaskan Budi, saat penangkapan, keempat terdakwa berusaha bersembunyi di beberapa ruangan di rumah tersebut, namun petugas dapat mengamankan keempatnya, berikut barang bukti sabu seberat 191,7 gram yang dirampas untuk dimusnahkan.

“Terdakwa Taufik ini memang sudah menjadi target operasi kami. Dalam penangkapan ini kami tetapkan tiga lainnya yang akan menggelar pesta sabu di lokasi penangkapan,” kata Budi lagi.[Sumber : harianhaluan.com]

0 Response to "Bukannya Memberantas Narkoba, Oknum Polisi ini Malah Pesta Sabu"

Poskan Komentar