Cerita Dokter Saat Rawat Pasien Kanker, Istri Belum Wafat Suami Sudah Sibuk Urus Warisan


Seorang menceritakan saat merawat guru yang menederita kanker payudara. Dia merasa miris ketika melihat sikap keluarga pasien. Betapa tidak, pasiennya masih bisa bertahan dan belum dinyatakan meninggal dunia, namun suaminya sudah berburu harta warisan. Bahkan, kakak dan adik pasien juga ikut berebut uang tunjungan kematian dari kakaknya yang masih menjalani perawatan.

Seperti dilansir dari Myneswhub, kisah ini dituangkan dalam akun Facebook Hana Hadzrami.

Berikut ini kisah yang ia tulis dan menjadi viral di media sosial.

REBUT
Baru-baru ini sebuah adegan ketika kami berjuang untuk pasien ICU antara anggota keluarga. Istri dengan sabar perjuangan saudara s ' pasien. Tidak ingin mengurus, tapi ingin mengambil uang. Aneh bahwa orang belum mati, tapi sudah menunggu pembagian harta mereka. Tagihan rumah sakit tidak banyak mana saja sampai perlu epf; maksimum dari tagihan di ICU Rm500. 

Orang berkata aku benar, jika anda ingin melihat perilaku manusia (termasuk keluarga): uji dia dengan uang dan kekayaan. Siapa yang dapat dicabut berketayap kopiahnya!mAntara sesuatu aku diajarkan sejak jadi houseman pertama, merawat pasien adalah baik-baik saja ketika dia masih hidup.mDan mengurus seorang pasien dengan lebih baik setelah dia mati. Ini karena, sebagai pasien sekarat atau setelah meninggal di rumah sakit atau ICU, sering terjadi, keluarga datang dengan pengacara untuk menyelinap mengambil sidik jari sabar untuk akun tunai atau mengubah nama pada harta karun. Kami tidak setia bertahanlah, berpegang pada kehidupan bahkan setia sabar treasure terlalu!! Dunia oh dunia!!!

Yang paling aku tidak bisa melupakan kisah seorang guru, seorang pasien kanker payudara. Dia adalah anak laki-laki sangat rawat kansernya direkomendasikan oleh dokter, tapi mati-mati dihalangi oleh suaminya. Suami punya tentang kebanggaan, dia hanya mengalami pengobatan tradisional. Dia meninggal beberapa bulan kemudian dalam keadaan sangat dibuang. Beberapa hari setelah itu, tersenyum simpul yang para suami dan istri datang ke sekolah untuk mengelola uang pensiun. Tidak heran dia dicegah beriya, ada udang di balik batu rupanya!!

Namun tak semua kisah cinta, palsu begitu. Sepuluh tahun yang lalu, saya menyaksikan sendiri saya cinta suci, seorang suami dan istri melakukan sekarat di ICU. Setiap hari, jangan pernah tidak datang kunjungi meskipun selalu tampak terburu-buru. Ketika ditanya, ternyata ada anak kecil mereka berusia 3 tahun yang telah dia tinggalkan saja di rumah, setiap kali saya mengunjungi istri. Meninggalkan boy berbekalkan makanan harian dengan penuh kesabaran di dada. Tidak ada yang dapat bekerja untuk menjaga anak-nya, karena dia tidak bekerja karena istrinya punya sakit. Mengharapkan anak keluarga, dia dibuang oleh keluarganya karena pertukaran keagamaan setelah menikahi wanita pilihan-nya.  Penekanan air mata mendengar cerita-nya.

Itulah kehidupan. Kadang-kadang terasa lebih baik daripada menonton sendiri menciptakan saja membenci orang yang kita peduli tentang harta karun berebutkan. 

Begitu kisah yang ditulis dalam terjemahan Bahas Indonesia. [tribun]

0 Response to "Cerita Dokter Saat Rawat Pasien Kanker, Istri Belum Wafat Suami Sudah Sibuk Urus Warisan"

Poskan Komentar