Ruhut: Tak Ada yang Berani Pecat Aku di Demokrat



Kader Partai Demokrat, Ruhut Sitompul kembali membuat ulah. Dia memilih untuk mendukung pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Syaiful Hidayat. Padahal, partainya telah menentukan sikap mengusung Agus Harimurti-Sylviana Murni. Ruhut pun diminta mundur dari partai yang dikomandoi Susilo Bambang Yudhoyono itu.

Lantas bagaimana sikap Ruhut Sitompul ketika Sekjen Partai, Edhie Baskoro memintanya untuk mundur. Apakah "Si Poltak" akan mengikuti permintaan anak SBY? Rimanews mencoba menghubungi Ruhut untuk mengetahui hal tersebut, berikut petikan wawancaranya:

Bagaimana tanggapan ada desakan dari Ibas untuk mundur?

Aku hanya bilang, dimana negara ini apalagi partai politik mau maju kalau cara berpikir tokohnya seperti tukang parkir. Karena hanya pekerjaan tukang parkir lah yang mengatakan mundur, kiri, kanan, stop, gopek bang.

Pola pikir Ibas?

Iya kayak tukang parkir.

Jadi, kenapa mereka mengatakan demikian, karena mereka gak berani mecat aku. Karena kalau mereka pecat aku, Ahok bisa kebayang kalau Ahok menang, partainya selesai gak 2019.

Pak SBY aja gak mau pecat Ruhut. Karena dia tahu Ruhut kader yang gak ada tandingannya di Demokrat.

Contohnya, Pilpres 2014, partai dukung Prabowo, aku Jokowi, Jokowi menang. Udah itu kongres di Surabaya, aku jadi jubir dan jadi Ketua Bidang Menkopolhukam. Tapi karena penjilat ini minnta Ruhut jangan jadi pembicara, yang gantiin aku sapa, ya pak SBY.
Artinya Pak SBY, kalian minta gantikan Ruhut, apa kalian mampu gak jadi kordinator.

Sekarang Ibas yang minta loh?

Bos, aku dah bilang bapaknya. Ibas sama gak dengan Bapaknya? Ya udah, kau ini...

Tapi ini soal etika politik. Partai dukung Agus-Sylvi?

Bos, kau ngomong etika politik, partai kami sangat demokratis, Pak SBY itu kan bapak demokrasi. Bapak SBY juga tahu kenapa aku tetap Ahok, karena aku sayang dengan putranya, cinta dengan putranya. Ini kan karena pembisik juga.

Ingat loh, Agus ini pamen TNI yang terbaik. Hanya dia selain orang Yahudi, di Amerika mendapat satu gelar di universitas ternama, semua nilainya sepuluh. Dia anak jenius. Ada orang hebat kok disuruh pensiun.

Pak SBY yang suruh mundur (Agus)?

Itu kau selidiki lah.

Aku pernah titip Agus ke Pak Jokowi. Pak Jokowi dukung, supaya karirnya di TNI harus didukung terus. Ehh.. ada Roy Suryo, statemennya seolah-olah dia tetap di pemerintahan kalau ada Pak Jokowi karirnya mentok.‎ Kurang ajar itu, itu suudzon.

Padahal ini kawan, salah naik gak mau turun diturunin penumpang, sidang Jessica gak ada urusan dia datang dan diusir kawan.
Mantan menteri, selesai, harta negara dibawa pulang.

Penegasan bang, berarti gak bakal mundur?

Aku tidak akan mundur. Aku mundur kalau dipecat. Demokrat bukan partai aku yang pertama tapi partai terakhir.

Jadi salah orang bilang aku mau pindah partai. Jangan samakan aku dengan Boy Sadikin, dia maju jadi gubenrur tapi gak didukung partainya, karena partainya ikut Ruhut dukung Ahok. Aku kan sudah setahun dukung Ahok, kalau Ibu Mega kan baru kemarin.[Sumber : rimanews.com]

0 Response to "Ruhut: Tak Ada yang Berani Pecat Aku di Demokrat"

Poskan Komentar