Ngaku Anak Jenderal, Pelaku Tabrak Lari hingga Tewas Dilepas Polisi



Penegakan hukum oleh polisi kembali menjadi sorotan publik. Kali ini terkait dengan kasus tabrak lari yang memakan korban. Ironisnya, polisi tidak menahan pelaku tabrak lari berinisial INS tersebut. Kabarnya di hadapan polisi, INS mengaku anak seorang jenderal berpengaruh di Bali. Hal itulah sepertinya yang membuat nyali polisi ciut hingga hukum pun tumpul. 

Sebelumnya, INS pengemudi mobil bernomor polisi DK 1187 KP itu menabrak korban bernama  Tinus Ayub di wilayah Sukawati, Kabupaten Gianyar, pada Minggu 16 Oktober 2016 sekitar pukul 01.30 Wita lalu.

Meski sempat mendapat perawatan intensif dari tim medis, namun pria asal Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini akhirnya menghembuskan nafas terakhir.

Pengemudi asal Tampaksiring, Gianyar ini sempat kabur meninggalkan mobilnya setelah kejadian. Namun anehnya, mobil yang sempat ditahan polisi itu malah dikembalikan dengan alasan pinjam pakai dan pelakunya yang tidak kooperatif itu bebas melenggang.

"Menurut pengakuan keluarga korban, bahwa yang menabrak ini sempat mengatakan dirinya anak jenderal saat di polisi," ungkap kuasa hukum keluarga korban, Benyamin Seran di Denpasar, Kamis 20 Oktober 2016.

Pihaknya menjelaskan, jika hasil komunikasi dengan Unit Laka Lantas Polres Gianyar diketahui jika pelaku sampai saat ini belum bisa ditahan.

"Pelaku mengaku kalau dirinya anak seorang jenderal berpengaruh di Bali. Barang bukti mobil Ertiga juga sudah dikembalikan ke pemiliknya, pelaku tidak ditahan. Kita bertanya mengapa barang bukti dikembalikan katanya ada permohonan pinjam pakai dan sudah ada izin dari atasan," paparnya.

Meski korban telah meninggal dunia, namun polisi belum juga menetapkan tersangka. Padahal barang bukti berupa 1 unit kendaraan telah disita. Dia  juga mengaku jika keluarga korban sempat bertemu dengan oknum yang mengaku sebagai pemilik mobil.

Di hadapan polisi, pemilik mobil tersebut sesumbar sebagai anak Jenderal polisi. Bahkan, ia menantang keluarga korban maunya apa. 

Apakah mau damai, lanjut atau ribut. Polisi sama sekali tidak bereaksi atas pernyataan ini. Bahkan oknum tersebut sempat menelpon seseorang kemudian HP diserahkan kepada kepada penyidik Polsek Gianyar.

"Pengalaman kami menangani kasus serupa selama ini kalau kecelakaan yang menyebabkan hilangnya nyawa orang pasti langsung ditahan. Anehnya ada orang datang dan mengaku anak jendral lalu berkoar-koar," katanya.

Menurutnya, sangat janggal polisi menyerahkan barang bukti berupa mobil kepada pemilik tanpa ada proses rekonstruksi terlebih dahulu.

Belakangan kendaraan itu diketahui milik IB Baskara yang juga asal Tampaksiring, Gianyar "Kalau korbannya anak jendral dan pelakunya orang kecil, apakah tidak ditahan juga. Publik perlu berjuang agar seluruh warga negara memiliki kedudukan sama di muka hukum, equality before the law," pungkasnya. [Sumber : sindonews.com]


0 Response to "Ngaku Anak Jenderal, Pelaku Tabrak Lari hingga Tewas Dilepas Polisi"

Poskan Komentar