close
loading...

Campuri Soal Papua, Pengamat: LSM dan Negara Asing Usir Saja dari Indonesia



Pengamat politik dari Universitas Nasional Yusuf Wibisono mengatakan, saat ini Papua merupakan 'dagangan paling laku' pihak-pihak lain di luar negara Indonesia untuk mengambil keuntungan.

Pihak lain tersebut, beber Yusuf, bisa pemerintah negara lain maupun organisasi swasta, seperti lembaga swadaya masyarakat (LSM) asing. Ia menyatakan, keterlibatan asing dalam urusan di Papua perlu diwaspadai sebab sudah menyentuh urusan kedaulatan politik dan hukum Indonesia dengan isu kontroversial.

"Sekarang begini, apa maksudnya mereka ikut-ikutan masalah politik Indonesia, semua hal dicampuri seolah-olah mereka lebih paham situasi politik dalam negeri di sini," ucap Yusuf, Senin (10/10/2016) saat dihubungi.

Pernyataan yang disampaikan Yusuf terkait sikap beberapa negara luar maupun LSM asing yang sering mengangkat kasus di Papua, seperti menuduh Pemerintah Indonesia melakukan pelanggaran HAM di hadapan Sidang Umum PBB, pembakaran hutan, intoleransi kerukunan beragama dan lainnya.

"Anehnya, LSM maupun bangsa asing itu lebih sering dulu melontarkan pernyataan daripada media yang memberitakan fakta. Jadi lucu saja, faktanya belum dipaparkan, mereka sudah buat opini. Apa maksud kepentingannya?," ujarnya.

Menurut Yusuf, tekanan dan opini negatif yang dilakukan pemerintah negara luar maupun LSM asing terhadap urusan dalam negeri Indonesia sama halnya sudah mengatur kedauatan politik yang telah lama terbentuk, sejak kemerdekaan 71 tahun lalu.

"Jadi Indonesia dianggap mereka seperti negara tak mempunyai pemerintah. Mereka tidak menghargai wewenang pemerintah kita," kata Yusuf.

Yusuf berpendapat, perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap keberadaan keterlibatan pihak asing dalam urusan politik dalam negeri Indonesia.

"Misalnya dengan pemerintah negara luar, hentikan saja hubungan diplomatik kita kalau dia mengganggu terus. Kalau LSM asing itu usir saja, mereka justru bukan membawa manfaat untuk perbaikan Indonesia, tapi mengampanyekan opini hitam," pungkasnya.

Negara-negara Kepulauan Pasifik yang terdiri dari Kepulauan Solomon, Vanuatu, Nauru, Kepulauan Marshall, Tuvalu, dan Tonga mengkritik catatan HAM Indonesia di Papua dan Papua Barat.

Mereka mengungkapkan hal tersebut saat mendapat kesempatan berpidato di Sidang Umum PBB dan mendesak digelarnya penentuan nasib sendiri di wilayah tersebut.[Sumber : teropongsenayan.com]

0 Response to "Campuri Soal Papua, Pengamat: LSM dan Negara Asing Usir Saja dari Indonesia"

Posting Komentar