Prajurit TNI Boleh Komentar Pilkada di Medos Asal Tidak Memihak



Panglima TNI Gatot Nurmantyo menghimbau kepada para prajurit TNI bersikap netral dalam proses pemilihan kepala daerah. Prajurit TNI juga diharapkan bijak saat menggunakan media sosial. 

"Ya jadi kalau dia berkomentar tentang pilkada boleh boleh saja. Tapi kalau dia komentar untuk cenderung mengangkat, mempromosikan pada calon tertentu, itu sudah tentu tidak netral," ujar Gatot di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, kemarin.

Gatot telah diperintahkan oleh Presiden Jokowi untuk menindak jika ada oknum TNI tak bersikap netral saat pelaksaan Pilkada.
Gatot telah menugaskan semua pemegang tongkat komando hingga prajurit paling bawah, melakukan pengawasan terhadap anggotanya yang berpihak pada pasangan calon. Gatot juga memerintahkan untuk segera temukan prajurit yang sedini mungkin terindikasi tidak netral. 

"Dan apabila yang menemukan masyarakat, saya nilai pengawasan kurang dari Danrem, sampai ke bawahnya. Apabila informasi didapat dari masyarakat dan tidak dilanjutkan, maka saya nilai pengawasannya kurang," jelas Gatot.

Masyarakat juga diharapkan berperan aktif melaporkan jika ada anggota TNI keluar dari koridor. Namun pelaporannya haruslah jelas identitasnya, minimal mengetahui nama.

"Tapi laporkannya jangan bilang rambut cepak berbadan tegap, kan susah. (Sebutkan) Namanya, pangkat syukur lengkap. Pasti kami tindak, kami proses, namanya perintah presiden," papar Gatot.[Sumber : rimanews.com]

0 Response to "Prajurit TNI Boleh Komentar Pilkada di Medos Asal Tidak Memihak"

Poskan Komentar