close
loading...

Pedagang Asongan Ini Berpenghasilan 67 Juta Berjualan di Kawasan Monas



Seorang Pedagang Asongan berpenghasilan 67 juta rupiah berhasil dijangkau di Kawasan Monumen Nasional (Monas), Pedagang itu kedapatan sedang beroperasi di dalam Monas, sedangkan Pengelola Monas tidak mengizinkan Pedagangan Asongan masuk ke dalam Monas.

Hal tersebut disampaikan Kepala Suku Dinas Sosial Kota Administrasi Jakarta Pusat, Susana Budi Susilowati saat ditemui, (19/9), ia melanjutkan saat ini Petugas Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) telah membawa Pedagang Asongan itu ke Panti Sosial Bina Insan Bangun 

"Petugas kami mendapat informasi dari Pengelola Monas bahwa ada Pedagang Asongan yang beroperasi di dalam Monas, Pamdal Monas melakukan Penjangkauan terhadap Pedagang Asongan tersebut, kemudian mereka menyerahkannya kepada kami," tandas Susan.

Selain itu menurut keterangan Pedagang Asongan tersebut, ia sudah beroperasi selama lima tahun di Monas, selama itu pula ia selalu lari untuk bersembunyi ketika ada Petugas yang melakukan Penjangkauan.

"Uang hasil berdagang asongan biasanya dia kumpulkan di kantong kresek, malam jualan lampu kunang-kunang yang bisa terbang sedangkan siang jualan air mineral, dia punya bos tempat ambil air mineralnya itu," ujar Susan.

Sementara itu, Kepala Seksi Pelayanan UPT Monas, Ratih mengatakan, Pedagang Kaki Lima, Asongan, maupun Fotografer Keliling tidak boleh berada di dalam kawasan Monas.

"Yang boleh itu Pedagang yang ada di Lenggang Jakarta, mereka adalah Binaan Dinas Koperasi,UMKM dan Perdagangan DKI Jakarta, jika Pedangan itu tetap berjualan di dalam Monas, mereka telah melanggar Perda Ketertiban Umum No. 8 Tahun 2007, maka Petugas kami akan menindak Pedagang tersebut," terang Ratih.[Sumber : kaskus.co.id]

0 Response to "Pedagang Asongan Ini Berpenghasilan 67 Juta Berjualan di Kawasan Monas"

Posting Komentar