close
loading...

Jokowi: Saya Sedih Lihat Komentar-komentar di Berita Online



Saat menghadiri acara syukuran Peringatan 90 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Presiden Jokowi yang didampingi Ibu Negara Irina Jokowi mengingatkan para santri dan santriwati untuk memperkuat akhlak dan nilai-nilai ke-Indonesiaan.

Di awal sambutannya, Presiden Jokowi mengucapkan selamat atas milad ke-90 dari salah satu pondok pesantren di Indonesia yang sudah berdiri sejak era kebangkitan nasional, era perjuangan kemerdekaan, era pembangunan hingga era reformasi ini.

Jokowi menyinggung bahwa kondisi di hampir semua negara saat ini berada dalam posisi yang sulit dan tidak pasti baik dari segi ekonomi maupun politik dunia, yang hebatnya tidak mempengaruhi ekonomi dan politik di Tanah Air.

"Patut disyukuri di Indonesia politiknya stabil, ekonomi alhamdulillah stabil tidak turun, ini butuh kerja keras kita semua, kita punya banyak potensi besar, kita punya gas, laut, minyak yang potensi besar tapi tanpa sumber daya manusia yang baik, tanpa sumber daya manusia yang berakhlak baik, akan sulit berkompetisi negara lain," kata Jokowi di Balai Pertemuan Pondok Modern Gontor, Kecamatan Mlarak, Ponorogo, Jawa Timur, Senin (19/09/2016).

"Yang kita estafetkan mestinya sebuah nilai bukan sebuah kekayaan, nilai itu yang penting untuk diestafetkan ke generasi sekarang," lanjut Jokowi.

Identitas bangsa, nilai jati diri bangsa, karakter, budi pekerti, sopan santun, nilai kerja keras, nilai optimisme, nilai-nilai islami, dikatakan Jokowi, adalah hal yang harus dipertahankan.

Jokowi bercerita bahwa ketika dia membuka situs berita online, dia hanya akan membaca bagian judulnya lalu lompat ke bagian kolom komentar pembaca. Dia mengaku sedih melihat berbagai macam komentar yang biasa terpampang di kolom komentar tersebut.

"Masya Allah, sedih, lihat baca komentar-komentar, sedih kita kalau buka itu isinya saling hujat di situ, dimaki yang kata-katanya itu bukan nilai ke-Indonesiaan kita, kesopanan kita, budi pekerti kita. Bagaimana di medsos saling mencela, mengejek, merendahkan yang lain, menghina, mengolok-olok yang muda ke tua, antar teman, antarbangsa. Apakah itu nilai Islami? Apakah itu nilai Islami Indonesia? Jawaban saya bukan," beber Jokowi.

Kehilangan nilai-nilai itulah yang membuat Jokowi akhirnya menyampaikan pada Mendikbud agar meningkatkan presentase pendidikan terutama di SD dan SMP terutama untuk nilai etika, nilai budi pekerti, dan sopan santun.[Sumber : detik.com]

0 Response to "Jokowi: Saya Sedih Lihat Komentar-komentar di Berita Online"

Posting Komentar